Tips Mengajar Yang Menyenangkan
Kita sebagai seorang guru sering merasa tidak nyaman dan hilang mood
ketika sedang melakukan KBM. Hai ini terjadi tidak lepas karena kita
juga seorang manusia biasa yang penuh dengan kealpaan, Anda menjadi
malas mengajar dan siswa juga jadi malas belajar. Dengan situasi
pembelajaran yang tidak baik, maka akan berdampak pula pada siswa.
Hasilnya,,, siswa jenuh dan tidak memperhatikan apa yang anda sampaikan,
atau mungkin mereka memperhatikan Anda tapi karena takut dengan Anda
(mengajar sambil "marah-marah"), hasil belajarpun menurun. Tentu saja
hal tersebut di atas tak Anda inginkan,
Berikut sedikit tips yang mungkin dapat berguna bagi anda dalam memaksimalkan pembelajaran yang akan anda lakukan:
1. Konsentrasilah di tempat "kerja" anda sekarang, posisikan bahwa anda bukan lagi di rumah. Tinggalkan semua masalah yg mungkin sedang menerpa anda (jika anda sedang tidak mood).
2. Pastikan bahwa Anda sendiri antusias, tertarik, senang dengan materi yang akan Anda bawakan.
3. Jangan langsung masuk ke materi. Kebanyakan siswa masih belum “ON” konsentrasinya. Sebagian masih agak ngantuk, ingin main-main, dsb, sebagian lagi masih mikirin masalah yang di rumah, dll, dll. So, lebih baik mulai dengan menyapa mereka, kemudian ceritakan dengan santai hal – hal berguna yang bisa menarik minat dan perhatian mereka.
4. Setelah siswa sudah pada "bangun", mulailah dengan mereview pembelajaran terdahulu, jadi mereka mulai mengaitkan materi hari ini dengan yang kemarin. Baik jika meminta beberapa anak menceritakan dengan singkat isi pembelajaran kemarin.
5. Saat mulai masuk ke materi baru, usahakan untuk “masuk ke dunia mereka” kemudian “mengajak mereka ke dunia Anda” (prinsip di Quantum Teaching). Ceritakan dulu analogi yang berhubungan dengan dunia mereka, barulah Anda jelaskan hal–hal yang rumit semudah mungkin..
6. Saat siswa sudah mulai bosan dan mengantuk (Anda pasti bisa lihat bahasa tubuh mereka kan?), tidak ada salahnya Anda berikan waktu break, atau Anda ceritakan/tampilkan kisah-kisah lucu, dll. Kadang–kadang santai sejenak 5 menit sudah cukup untuk merefresh Anda dan siswa.
7. Jika ada siswa yang melanggar kesepakatan, tanganilah dengan bijak. Bersikap tenang namun tegas. Jika Anda tidak tegas, maka mereka cenderung tidak menghargai Anda dan aturan di kelas. Namun jika Anda “terlalu tegas”, hal itu akan merusak emosi mereka (dan Anda), sehingga akan mengurangi kesenangan belajar yang telah Anda bangun.
(Disarikan dari berbagai sumber)
Berikut sedikit tips yang mungkin dapat berguna bagi anda dalam memaksimalkan pembelajaran yang akan anda lakukan:
1. Konsentrasilah di tempat "kerja" anda sekarang, posisikan bahwa anda bukan lagi di rumah. Tinggalkan semua masalah yg mungkin sedang menerpa anda (jika anda sedang tidak mood).
2. Pastikan bahwa Anda sendiri antusias, tertarik, senang dengan materi yang akan Anda bawakan.
3. Jangan langsung masuk ke materi. Kebanyakan siswa masih belum “ON” konsentrasinya. Sebagian masih agak ngantuk, ingin main-main, dsb, sebagian lagi masih mikirin masalah yang di rumah, dll, dll. So, lebih baik mulai dengan menyapa mereka, kemudian ceritakan dengan santai hal – hal berguna yang bisa menarik minat dan perhatian mereka.
4. Setelah siswa sudah pada "bangun", mulailah dengan mereview pembelajaran terdahulu, jadi mereka mulai mengaitkan materi hari ini dengan yang kemarin. Baik jika meminta beberapa anak menceritakan dengan singkat isi pembelajaran kemarin.
5. Saat mulai masuk ke materi baru, usahakan untuk “masuk ke dunia mereka” kemudian “mengajak mereka ke dunia Anda” (prinsip di Quantum Teaching). Ceritakan dulu analogi yang berhubungan dengan dunia mereka, barulah Anda jelaskan hal–hal yang rumit semudah mungkin..
6. Saat siswa sudah mulai bosan dan mengantuk (Anda pasti bisa lihat bahasa tubuh mereka kan?), tidak ada salahnya Anda berikan waktu break, atau Anda ceritakan/tampilkan kisah-kisah lucu, dll. Kadang–kadang santai sejenak 5 menit sudah cukup untuk merefresh Anda dan siswa.
7. Jika ada siswa yang melanggar kesepakatan, tanganilah dengan bijak. Bersikap tenang namun tegas. Jika Anda tidak tegas, maka mereka cenderung tidak menghargai Anda dan aturan di kelas. Namun jika Anda “terlalu tegas”, hal itu akan merusak emosi mereka (dan Anda), sehingga akan mengurangi kesenangan belajar yang telah Anda bangun.
(Disarikan dari berbagai sumber)
Tips Mengatasi Anak Bandel
Anak tidak ada yang bandel, kata bandel itu mungkin dari kita saja. bandel yang dimaksud mungkin anak itu aktif dan bahkan terlalu aktif, sampai-sampai kita tidak bisa menanganinya. anak aktif itu bisa dikatakan aktif karena mereka mempunyai energi yang berlebih didalam tubuhnya, sehingga jika kita memberikan pembelajaran yang hanya menjelaskan dan mengerjakan soal maka energi besar yang mereka punya belum habis, untuk itu biasakan sebelum mulai pembelajaran ajak anak untuk belajar sambil bermain. buat pembelajaran yang aktif agar anak tersebut terlibat dalam aktifitas.
mengatasi anak didik yang bandel atau susah diatur merupakan hal yang terkait dalam hal classroom management/manajemen kelas. tentunya dalam satu kelas tergabung beragam karakter dan perilaku yang majemuk pula. bila dihadapkan pada siswa yang sulit diatur, maka sebagai seorang pendidik harus mencari solusi agar anak tersebut bisa ikut aturan main yang telah diberlakukan.
Anak-anak bandel itu hal wajar, tetapi seorang guru jangan sampai melebel anak itu 'nakal' atau 'bandel'. Berikan sikap penerimaan terhadap perasaanya dan berikan kesabaran terbaik. Perilaku anak seperti itu bisa jadi adalah bentuk kreatifitasnya yg belum terarah.
beberapa hal yang bisa dijadikan solusi, diantaranya:
1. perlakukan siswa tersebut sama seperti siswa yang lain
2. amati sikap dan tingkah lakunya dan jangan segan untuk terus menegurnya apabila dia bersikap tak acuh dalam belajar
3. tetap pantau hasil kerjanya, kadangkala ada siswa yang pada saat guru menerangkan dia asyik dengan kegiatannya sendiri, namun disaat diminta untuk mengerjakan soal/latihan, dia bisa mengerjakannya
4. jika perlu, ajak anak tersebut bicara dari hati ke hati karena mungkin saja dia adalah satu dari antara siswa yang mengalami krisis perhatian, apakah dari lingkungan keluarga maupun antar sesama rekan bermainnya
5. diberi porsi perhatian yang lebih agar dia merasa ada dan dihargai juga oleh gurunya. siswa yang nakal jangan diasingkan, terlebih kalau misalnya ia diberi hukuman fisik.
6. sabar dan terus berusaha untuk menciptakan nuansa kelas yang bervariasi sehingga para peserta
didik tidak bosan, dan coba libatkan anak-anak yang susah diatur tersebut untuk ikut andil dalam mengatur kelas.(disarikan dari berbagai forum)
mengatasi anak didik yang bandel atau susah diatur merupakan hal yang terkait dalam hal classroom management/manajemen kelas. tentunya dalam satu kelas tergabung beragam karakter dan perilaku yang majemuk pula. bila dihadapkan pada siswa yang sulit diatur, maka sebagai seorang pendidik harus mencari solusi agar anak tersebut bisa ikut aturan main yang telah diberlakukan.
Anak-anak bandel itu hal wajar, tetapi seorang guru jangan sampai melebel anak itu 'nakal' atau 'bandel'. Berikan sikap penerimaan terhadap perasaanya dan berikan kesabaran terbaik. Perilaku anak seperti itu bisa jadi adalah bentuk kreatifitasnya yg belum terarah.
beberapa hal yang bisa dijadikan solusi, diantaranya:
1. perlakukan siswa tersebut sama seperti siswa yang lain
2. amati sikap dan tingkah lakunya dan jangan segan untuk terus menegurnya apabila dia bersikap tak acuh dalam belajar
3. tetap pantau hasil kerjanya, kadangkala ada siswa yang pada saat guru menerangkan dia asyik dengan kegiatannya sendiri, namun disaat diminta untuk mengerjakan soal/latihan, dia bisa mengerjakannya
4. jika perlu, ajak anak tersebut bicara dari hati ke hati karena mungkin saja dia adalah satu dari antara siswa yang mengalami krisis perhatian, apakah dari lingkungan keluarga maupun antar sesama rekan bermainnya
5. diberi porsi perhatian yang lebih agar dia merasa ada dan dihargai juga oleh gurunya. siswa yang nakal jangan diasingkan, terlebih kalau misalnya ia diberi hukuman fisik.
6. sabar dan terus berusaha untuk menciptakan nuansa kelas yang bervariasi sehingga para peserta
didik tidak bosan, dan coba libatkan anak-anak yang susah diatur tersebut untuk ikut andil dalam mengatur kelas.(disarikan dari berbagai forum)
Nama Ibu kota Negara
Guru: "Parlin, coba sebutkan ibukota negara Inggris!"
Parlin: "London, Pak!"
Guru: "Bagus, coba kamu Arief, sebutkan ibukota Malaysia!"
Arief: "Pasti Kuala Lumpur, Pak!"
Guru: "Bagus, dan sekarang kamu Ratih, coba sebutkan ibukota Peru!"
Ratih: "Lima, Pak!"
Guru: "Bagus, sekarang kamu sebutkan satu per satu."
Ratih: @#$#@!!
Perpustakaan
Judi berjalan ke perpustakaan, melihat sekeliling, dan mengantri menemui penjaga
perpustakaan.
Saat ia ketemu dengan penjaga perpustakaan, ia dengan keras berkata, "Aku mau kentang goreng dan satu minuman dalam gelas besar."
Si petugas perpustakaan menatapnya sejenak, lalu berbisik pada Judi, "Nyonya, ini perpustakaan!" Judi mengangguk dan berkata, "Oh iya, aku lupa." Kemudian dia berbisik sepelan mungkin, "Aku mau kentang goreng dan satu minuman dalam gelas besar."
Saat ia ketemu dengan penjaga perpustakaan, ia dengan keras berkata, "Aku mau kentang goreng dan satu minuman dalam gelas besar."
Si petugas perpustakaan menatapnya sejenak, lalu berbisik pada Judi, "Nyonya, ini perpustakaan!" Judi mengangguk dan berkata, "Oh iya, aku lupa." Kemudian dia berbisik sepelan mungkin, "Aku mau kentang goreng dan satu minuman dalam gelas besar."
Salah Pengertian
Bu Inem baru saja di terima sebagai guru bimbingan konseling di sebuah sekolah.
Suatu hari dia melihat si Jono berdiri sendirian di pinggir lapangan belakang
sekolah, sementara ada murid yang lain sedang asyik bermain bola. Karena merasa
kasihan, Bu Inem mendekat dan menyapa dengan ramah. "Hai Jono, bolehkah saya
menemani kamu?"
"Iya, Bu", Jono menjawab. Tapi pandangan mata anak itu masih tertuju pada teman-temannya di tengah lapangan.
"Ah, anak ini kasihan sekali... Pasti dia ingin ikut bermain...", pikir Inem.
Sebagai guru bimbingan konseling yang baik, Inem ingin tahu masalah apa yang membuat Jono menyendiri seperti itu.
Inem pun bertanya, "Kenapa kamu berdiri di sini sendirian, Jono?"
"Saya sedang jadi kiper, Bu..."
"Iya, Bu", Jono menjawab. Tapi pandangan mata anak itu masih tertuju pada teman-temannya di tengah lapangan.
"Ah, anak ini kasihan sekali... Pasti dia ingin ikut bermain...", pikir Inem.
Sebagai guru bimbingan konseling yang baik, Inem ingin tahu masalah apa yang membuat Jono menyendiri seperti itu.
Inem pun bertanya, "Kenapa kamu berdiri di sini sendirian, Jono?"
"Saya sedang jadi kiper, Bu..."
